📰
Quotes of the Month Edisi Juni 2026
Adab yang baik
"Adab yang baik adalah perhiasan yang tak ternilai harganya"
Informasi terkini seputar kegiatan, pencapaian, dan perkembangan program kami.
📰
Adab yang baik
"Adab yang baik adalah perhiasan yang tak ternilai harganya"
Inspirasi Dedikasi, Terus Berkilau! ✨ Selamat dan sukses kepada Nurfitriati, SST., Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Dompu, yang telah terpilih sebagai Pegawai Berkilau (Berkinerja dan Pelayanan Unggulan) untuk Triwulan II 2026. Konsistensi dalam menjaga profesionalisme dan dedikasi pelayanan adalah kunci utama memajukan statistik negeri. Semoga pencapaian ini bisa terus menginspirasi dan memotivasi kita semua untuk memberikan performa terbaik bagi organisasi dan masyarakat. Mari lanjutkan karya dan layani bangsa dengan sepenuh hati! 📊💪
Inspirasi Dedikasi, Terus Berkilau! ✨
Selamat dan sukses kepada Nurfitriati, SST., Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Dompu, yang telah terpilih sebagai Pegawai Berkilau (Berkinerja dan Pelayanan Unggulan) untuk Triwulan II 2026. Konsistensi dalam menjaga profesionalisme dan dedikasi pelayanan adalah kunci utama memajukan statistik negeri. Semoga pencapaian ini bisa terus menginspirasi dan memotivasi kita semua untuk memberikan performa terbaik bagi organisasi dan masyarakat. Mari lanjutkan karya dan layani bangsa dengan sepenuh hati! 📊💪
📰
Selamat Ulang Tahun, Nichol! Semoga di usia yang baru ini, rasa percaya dirinya tetap setinggi biasanya, selera humornya tetap jadi penyegar suasana, dan setiap langkahnya selalu membawa cerita-cerita yang menyenangkan. Semoga setiap pekerjaan diberi kelancaran, setiap usaha membuahkan hasil terbaik, kesehatan selalu menyertai, dan semoga apa yang masih berjarak perlahan menemukan jalan untuk saling mendekat. Tetap jadi Nichol yang penuh canda, nggak gampang baper, dan selalu berhasil bikin suasana lebih hidup. Sehat, bahagia, dan sukses selalu di BPS Kabupaten Dompu!
Selamat Ulang Tahun, Nichol!
Semoga di usia yang baru ini, rasa percaya dirinya tetap setinggi biasanya, selera humornya tetap jadi penyegar suasana, dan setiap langkahnya selalu membawa cerita-cerita yang menyenangkan.
Semoga setiap pekerjaan diberi kelancaran, setiap usaha membuahkan hasil terbaik, kesehatan selalu menyertai, dan semoga apa yang masih berjarak perlahan menemukan jalan untuk saling mendekat.
Tetap jadi Nichol yang penuh canda, nggak gampang baper, dan selalu berhasil bikin suasana lebih hidup. Sehat, bahagia, dan sukses selalu di BPS Kabupaten Dompu!
📰
Selamat Ulang Tahun, Putri! Untuk sosok yang selalu bersemangat mempelajari Bahasa Korea dan Bahasa Inggris serta terus mengembangkan diri, Semoga di usia yang baru ini setiap rencana dimudahkan, setiap langkah dipenuhi keberkahan, dan setiap usaha membuahkan hasil terbaik. Semoga hari-hari di BPS Kabupaten Dompu senantiasa diwarnai semangat, kelancaran dalam bertugas, serta berbagai pencapaian yang membanggakan. Sehat, bahagia, dan sukses selalu!
Selamat Ulang Tahun, Putri!
Untuk sosok yang selalu bersemangat mempelajari Bahasa Korea dan Bahasa Inggris serta terus mengembangkan diri, Semoga di usia yang baru ini setiap rencana dimudahkan, setiap langkah dipenuhi keberkahan, dan setiap usaha membuahkan hasil terbaik. Semoga hari-hari di BPS Kabupaten Dompu senantiasa diwarnai semangat, kelancaran dalam bertugas, serta berbagai pencapaian yang membanggakan. Sehat, bahagia, dan sukses selalu!
📰
Selamat Ulang Tahun, Pak Fudin! Semoga bertambahnya usia membawa semakin banyak kesempatan baik, semangat yang tak pernah surut, dan kelancaran dalam setiap amanah yang dijalankan. Semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan dalam mengabdi serta memberikan kontribusi terbaik bagi BPS Kabupaten Dompu. Semoga tahun ini menjadi langkah baru menuju lebih banyak pencapaian dan keberkahan. Sukses selalu!
Selamat Ulang Tahun, Pak Fudin!
Semoga bertambahnya usia membawa semakin banyak kesempatan baik, semangat yang tak pernah surut, dan kelancaran dalam setiap amanah yang dijalankan.
Semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan dalam mengabdi serta memberikan kontribusi terbaik bagi BPS Kabupaten Dompu.
Semoga tahun ini menjadi langkah baru menuju lebih banyak pencapaian dan keberkahan. Sukses selalu!
📰
Selamat Ulang Tahun, Mas Agung! Untuk sosok yang selalu hadir dengan senyum dan tawa yang menularkan semangat positif, semoga di usia yang baru ini setiap rencana dimudahkan, setiap langkah dipenuhi keberkahan, dan setiap pekerjaan membuahkan hasil terbaik. Semoga hari-hari di BPS Kabupaten Dompu senantiasa diwarnai semangat, kelancaran dalam bertugas, serta berbagai pencapaian yang membanggakan. Sehat, bahagia, dan sukses selalu! Have a wonderful birthday! 🌟
Selamat Ulang Tahun, Mas Agung!
Untuk sosok yang selalu hadir dengan senyum dan tawa yang menularkan semangat positif, semoga di usia yang baru ini setiap rencana dimudahkan, setiap langkah dipenuhi keberkahan, dan setiap pekerjaan membuahkan hasil terbaik.
Semoga hari-hari di BPS Kabupaten Dompu senantiasa diwarnai semangat, kelancaran dalam bertugas, serta berbagai pencapaian yang membanggakan. Sehat, bahagia, dan sukses selalu! Have a wonderful birthday! 🌟
📰
Selamat Ulang Tahun, Maulana Rizki Rahmat! Untuk sosok yang selalu tampil cool di balik kacamatanya 😎, semoga di usia yang baru ini segala rencana dan pekerjaan semakin dipermudah. ✨ Semoga hari-harimu di BPS Kabupaten Dompu terus dipenuhi dengan semangat yang baru 💪, kelancaran dalam bertugas, dan pencapaian yang membanggakan . Sehat dan sukses selalu!
Selamat Ulang Tahun, Maulana Rizki Rahmat!
Untuk sosok yang selalu tampil cool di balik kacamatanya 😎, semoga di usia yang baru ini segala rencana dan pekerjaan semakin dipermudah. ✨
Semoga hari-harimu di BPS Kabupaten Dompu terus dipenuhi dengan semangat yang baru 💪, kelancaran dalam bertugas, dan pencapaian yang membanggakan . Sehat dan sukses selalu!
📰
Jangan bandingkan prosesmu dengan orang lain
Jangan bandingkan prosesmu dengan proses orang lain. Karena tak semua bunga mekar dan tumbuh bersamaan.
📰
Selamat Ulang Tahun, Indra! Semoga di usia yang baru ini, setiap rencana yang dijalani berjalan semakin lancar, pekerjaan dipenuhi hal-hal positif, dan setiap proses membawa hasil yang membanggakan. Semoga selalu diberi kesehatan, semangat, dan kelancaran dalam menjalankan aktivitas di BPS Kabupaten Dompu.
Selamat Ulang Tahun, Indra!
Semoga di usia yang baru ini, setiap rencana yang dijalani berjalan semakin lancar, pekerjaan dipenuhi hal-hal positif, dan setiap proses membawa hasil yang membanggakan.
Semoga selalu diberi kesehatan, semangat, dan kelancaran dalam menjalankan aktivitas di BPS Kabupaten Dompu.
📰
HBD, Miftah! 🎂 Semoga di usia yang baru ini, energi positif dan semangatmu yang luar biasa selalu terjaga. ✨ Semoga setiap tugas di BPS Kabupaten Dompu berjalan lancar dan penuh keberhasilan. Teruslah menjadi inspirasi dengan antusiasme yang kamu miliki! 🌟
HBD, Miftah! 🎂 Semoga di usia yang baru ini, energi positif dan semangatmu yang luar biasa selalu terjaga. Semoga setiap tugas di BPS Kabupaten Dompu berjalan lancar dan penuh keberhasilan. Teruslah menjadi inspirasi dengan antusiasme yang kamu miliki! 🌟
📰
Dengan menyempurnakan salam, kita tidak hanya menggugurkan kewajiban sosial, tetapi juga sedang menabung doa dan membangun keharmonisan bersama rekan kerja. ✨
🌤️ [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤️
🤝🏻 Dalam sebaris salam, tersimpan ketulusan doa, kemuliaan penghormaatn dan limpahan keberkahan✨
Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu hari ini, Selasa (12/05), dari Kak Wada yang berbagi makna indah di balik 'Salam'.
Seringkali kita menganggap salam hanyalah rutinitas pembuka bicara. Namun, mari kita simak betapa istimewanya setiap kata yang kita ucapkan melalui hadits berikut:
Suatu ketika, seorang laki-laki menemui Rasulullah ﷺ dan mengucapkan:
“Assalaamu ‘alaikum”. Rasulullah membalasnya, lalu bersabda: “Sepuluh kebaikan.”
Tak lama, orang lain datang dan berucap: “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah”. Beliau membalasnya, lalu bersabda: “Dua puluh kebaikan.”
Terakhir, datang lagi seseorang dengan salam lengkap: “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”. Beliau menjawabnya, lalu bersabda: “Tiga puluh kebaikan.”
(HR. Ath-Thabrani & Abu Dawud)*
Setiap huruf dalam salam adalah doa dan penghormatan. Saat kita mengucapkannya, kita sedang menebar keselamatan dan kasih sayang. Begitupun saat kita menerimanya, Allah SWT memerintahkan kita untuk membalasnya dengan cara terbaik:
"Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang sepadan..."(QS. An-Nisa': 86)
Mari kita jadikan salam sebagai jembatan untuk mempererat silaturahmi dan membangun energi positif di lingkungan kerja kita.
Semoga Ragi hari ini membawa berkah bagi aktivitas kita semua. ✨✨
Sampai jumpa di Ragi selanjutnya! 🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
📰
📌 Melampaui "Andai Saja": Mengubah Penyesalan Menjadi Ketelitian Dalam sesi Ragi kali ini, Nicholas berbagi refleksi mendalam tentang bahaya terjebak dalam kata "andai saja". Terinspirasi dari pesan guru SD-nya, ia menyoroti bagaimana frasa sederhana ini sering menjadi pintu gerbang penyesalan yang tidak produktif, terutama dalam lingkungan kerja.
🌤️ **[Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu]** 🌤️
💭**Melampaui "Andai Saja": Seni Mengubah Penyesalan Menjadi Pembelajaran** ✨
Inspirasi Pagi BPS Dompu (Ragi) hari ini (07/05) dari **Nicholas**, yang berbagi refleksi tentang sebuah jebakan kata sederhana yang sering kita ucapkan namun berdampak besar pada fokus kita.
Kisah ini berawal dari pesan Bu Indar, guru SD Nicholas saat kelas 6. Beliau memperhatikan sebuah pola: setiap kali murid mendapatkan nilai kurang memuaskan, kalimat pertama yang meluncur adalah, *“Ah... andai saja aku belajar lebih giat.”*
Kata **“andai saja”** ternyata bukan sekadar kata, melainkan gerbang menuju penyesalan. Ingat lagu lawas *“Andaikan Kau Datang Kembali”*? Di sana, kata "andaikan" menggambarkan sesuatu yang sudah lewat dan tak bisa diulang. Dalam dunia kerja kita, seringkali hal ini muncul secara refleks:
*“Andai tadi lebih teliti...”*
*“Andai tadi sudah dicek ulang...”*
Atau yang paling krusial, *“Andai tadi filenya sudah di-backup...”* 😄
Masalahnya, penyesalan selalu datang belakangan dan jarang memberikan solusi. Ia seperti jangkar yang membuat kita terus menoleh ke belakang saat seharusnya kita berlari ke depan. Padahal, kita semua tahu bahwa **“nasi sudah menjadi bubur.”**
Untuk mengurangi populasi kata "andai saja" dalam hidup dan pekerjaan kita, ada dua hal sederhana yang bisa kita terapkan:
1. **Berikan 100% pada Hal Kecil:** Penyesalan besar biasanya bukan lahir dari kegagalan raksasa, melainkan dari hal-hal mikro yang terlewat. Mau meluangkan waktu sedikit lebih banyak untuk mengecek ulang atau lebih fokus pada detail adalah investasi terbaik agar hasil pekerjaan kita tuntas tanpa celah.
2. **Ubah Narasi Menjadi "Untung Saja":** Dengan kedisiplinan pada proses, kita sedang memindahkan energi penyesalan di masa depan menjadi ketenangan di masa sekarang. Tujuannya satu: agar di kemudian hari, kita tidak lagi menghela napas "Andai saja," melainkan berkata dengan lega, *"Untung tadi sudah dipastikan."*
Mari kita jaga kebiasaan kecil dalam ketelitian. Karena kualitas data dan pekerjaan kita dimulai dari seberapa sedikit kita menyisakan ruang untuk penyesalan.
Semoga Ragi ini dapat bermanfaat bagi kita semuaa✨✨
Sampai jumpa di Ragi selanjutnya🙌
**#RagiBPSDompu**
**#ReformasiBirokrasi**
**#BPSDompu**
📰
📌 Legenda Sulangkrah: Keberanian Mengubah Masalah Menjadi Peluang Dalam sesi Ragi kali ini, Wayan Delva membagikan pelajaran hidup melalui cerita rakyat tentang "Sulangkrah", sebuah metafora kuat mengenai cara manusia bereaksi terhadap tantangan dan ketakutan.
🌤️ [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤️
🛡️ Legenda Sulangkrah: Keberanian Mengubah Masalah Menjadi Peluang ✨
Inspirasi Pagi BPS Dompu (Ragi) hari ini (05/05) dari Wayan Delva, yang berbagi pelajaran berharga dari sebuah cerita rakyat tentang keberanian yang diceritakan oleh kakeknya.
Dulu, ada seorang laki-laki yang pindah dari Desa Penglatan ke Desa Jinengdalem dengan harapan hidup yang lebih baik. Namun, realita tak selalu seindah ekspektasi. Di tempat baru, ia tetap tidak punya apa-apa dan masyarakat pun bersikap cuek terhadapnya. Suatu hari, di sebuah jalan buntu, ia bertemu dengan sesosok makhluk menyeramkan bernama "Sulangkrah"—sosok dengan setengah badan. Dalam ketakutan yang mencekam, ia memilih satu-satunya pilihan yang tersisa: ia berlari dan menabrak makhluk itu. Ajaibnya, makhluk itu hilang begitu saja, dan seketika hidup pria tersebut berubah menjadi lebih baik dan penuh percaya diri.
Cerita ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebuah metafora kuat bagi kehidupan kita: Sulangkrah adalah masalah.
Jika kita diam, masalah tetap menghampiri. Jika kita kabur, masalah akan mengejar. Satu-satunya cara menyelesaikannya adalah dengan maju dan menghadapinya. Masalah tidak akan selesai hanya dengan dikhawatirkan; ia hanya akan menyerah pada mereka yang berani melangkah.
Ada dua hal yang bisa kita terapkan dalam pekerjaan kita:
1. Hadapi, Jangan Lari: Seberat apa pun beban pekerjaan atau tantangan data yang kita hadapi, menghindar hanya akan membuatnya tampak lebih besar. Semakin cepat kita menghadapinya, semakin cepat pula "bayang-bayang" itu lenyap.
2. Utamakan Keberanian di Atas Keraguan: Terkadang, kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berpikir dan mencemaskan risiko. Padahal, seringkali yang kita butuhkan hanyalah keberanian untuk maju satu langkah saja. Tindakan nyata adalah kunci untuk membuat masalah menyusut dan selesai.
Ingat, terkadang kita tidak perlu banyak berpikir panjang. Keberanian untuk memulai adalah langkah krusial untuk membuat tantangan dalam hidup dan pekerjaan kita berkurang.
Semoga Ragi ini dapat bermanfaat bagi kita semuaa✨✨
sampai jumpa di Ragi selanjutnya🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
📰
Berikut adalah ringkasan dari Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu edisi 28 April 2026: 📌 Pengalaman vs. Pengamalan: Dari Pembelajaran Menuju Tindakan Nyata Ragi kali ini menyoroti perbedaan mendasar antara sekadar melewati sebuah peristiwa dan benar-benar mengambil pelajaran darinya. Intinya, bukan pengalaman yang mengubah hidup, melainkan bagaimana kita mengamalkannya.
🌤 [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤
💐 Bukan pengalaman yang mengubah hidup kita, tapi bagaimana kita mengamalkannya. ✨
Inspirasi Pagi BPS Dompu (Ragi) hari ini (28/04) tentang dua kata kunci: Pengalaman dan Pengamalan.
Pengalaman adalah guru diam-diam yang kita lalui. Tapi banyak orang berhenti di sana—pernah gagal atau sukses, tapi hanya jadi cerita. Sementara Pengamalan adalah bukti nyata; tindakan kita setelah belajar dari pengalaman itu.
Ingat kisah seorang pegawai yang pernah salah input data? Ia tidak hanya menyesal. Ia mengubah pengalaman pahit itu menjadi pengamalan nyata:
✅ Cek ulang sebelum kirim.
✅ Membuat catatan pengingat kesalahan.
✅ Berbagi tips agar rekan lain tidak salah.
Makna yang bisa kita ambil:
👉 Pengalaman adalah kejadian, Pengamalan adalah pilihan.
Kita tidak selalu bisa memilih pengalaman yang datang, tapi kita bisa memilih bagaimana mengamalkannya dalam sikap dan tindakan di kantor.
📰
📌 Hadir Sepenuhnya: Seni Menghargai Momen Saat Ini Dalam sesi Ragi ini, Salsa berbagi refleksi tentang pentingnya melatih pikiran untuk tetap fokus pada waktu sekarang, guna menghindari rasa cemas dan kelelahan mental akibat pikiran yang terbelah.
🌤️ [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤️
💐*Hadir Sepenuhnya: Menghargai Momen Saat Ini*✨
Inspirasi Pagi BPS Dompu (Ragi) hari ini (02/04) dari Salsa, yang sedikit berbagi tentang seni menghargai waktu..
Dulu sering terjebak dalam mode "tegang". Saat liburan, pikiran melayang ke pekerjaan yang belum selesai. Begitu Senin tiba, pikiran justru memikirkan akhir pekan. Akibatnya, fokus terbelah dan energi habis hanya untuk merasa cemas.
Hingga akhirnya mengenal Mindfulness, adalah melatih pikiran untuk "hadir sepenuhnya" di sini dan saat ini. Kita tidak sedang lari ke masa lalu yang sudah lewat, atau cemas berlebihan soal masa depan yang belum kejadian. Kita sadar sedang napas, sadar sedang duduk, dan sadar dengan apa yang sedang kita kerjakan saat ini. Sederhananya, ini adalah seni melatih pikiran untuk hadir sepenuhnya di sini dan saat ini—tidak lari ke masa lalu, tidak cemas berlebihan pada masa depan.
Ada dua langkah sederhana yang saya terapkan:
1. Prioritas Terukur: Menyusun daftar rutin bulanan agar setiap langkah memiliki arah yang jelas.
2. Satu Waktu, Satu Fokus: Jika sedang mengetik laporan, fokuslah di sana. Jika sedang makan siang, nikmati rasanya. Menyelesaikan satu hal dengan penuh kesadaran ternyata jauh lebih melegakan daripada memaksakan multitasking.
Mindfulness bukan berarti kita bersantai-santai, justru dengan pikiran yang tenang, kita memiliki energi berkualitas untuk menuntaskan tanggung jawab profesional. Karena pada akhirnya, momen paling nyata yang kita miliki adalah *saat ini*
Semoga Ragi ini dapat bermanfaat bagi kita semuaa✨✨
sampai jumpa di Ragi selanjutnya🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
📰
Jadilah alasan orang lain tersenyum pagi ini
Jadilah alasan orang lain tersenyum pagi ini
walau hanya lewat sapaan hangat dan perhatian kecil
(Bonny Leo Wattimena)
📰
Air Beriak Tanda Tak Dalam
Air Beriak Tanda Tak Dalam
“Orang yang Sombong Biasanya Bodoh”
(Pribahasa)
📰
MAN TSABATA NABATA
MAN TSABATA NABATA
"BARANG SIAPA YANG KONSISTEN MAKA DIA YANG AKAN TUMBUH”
Ketekunan, keteguhan hati, dan konsisten dalam proses (terutama menuntut ilmu atau bekerja) akan membuahkan hasil (pertumbuhan/kesuksesan) pada waktunya.
📰
📰
1. Don't Worry (Jangan Khawatir)
Jangan terlalu banyak khawatir, lakukan lah selama itu hal baik dan serahkan hasilnya kepada Allah SWT.
2. Don't Hate (Jangan Membenci)
Jika hatimu dipenuhi dengan kebencian, maka dadamu akan sempit. Tapi, hati yang dipenuhi dengan kaish sayang dan cinta akan membuat hati kita lapang.
“Irhamu man fil ardhi, yarhamukum man fissama'”
Artinya; Sayangilah siapa yang ada di bumi, maka Allah yang ada di langit akan menyayangimu. (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)
3. Give More (Lebih banyak memberi)
Banyak-banyaklah memberi, banyak-banyaklah beramal kebaikan. disana insya Allah kita temukan kebahagiaan.
4. Expect Less (Jangan terlalu banyak berharap)
Berharap kepada manusia adalah patah hati yang disengaja, berharaplah hanya kepada Allah. Maka kamu akan menemukan kehidupan yang sejati.
5. Live Simply (Hidup sederhana)
Hiduplah dengan sederhana, berdoa kepada Allah. semoga kita dikaruniakan hati yang selalu merasa cukup.
Kisah Profesor dan Tukang Perahu mengajarkan bahwa keangkuhan intelektual adalah kelemahan fatal. Sang Profesor, yang meremehkan Tukang Perahu karena tidak menguasai ilmu-ilmu teoritis (seperti Biologi, Geologi, dan Geografi), pada akhirnya mendapati bahwa pengetahuan akademisnya tidak berguna saat perahu mereka terbalik. Sebaliknya, keahlian praktis Tukang Perahu—yaitu kemampuan berenang—adalah satu-satunya hal yang relevan untuk menyelamatkan nyawa. Inspirasinya adalah kita harus menghargai semua jenis keahlian dan selalu memiliki kerendahan hati untuk belajar dari siapa pun. Ilmu yang paling penting bukanlah yang ada di buku, melainkan yang dapat kita gunakan untuk bertahan hidup dalam konteks nyata. Keseimbangan antara teori dan praktik (kecerdasan akademik dan kecerdasan lapangan) adalah kunci untuk menjalani hidup yang utuh.
> Jangan sombong dengan apa yang kita miliki, karena dibalik itu ada hal hal yang tidak tidak kita kuasai
> The right man in the right place
📰
Salsa berbagi kisah dari buku yang ditulis oleh dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ yang berjudul "Seorang wanita yang ingin menjadi pohon semangka di kehidupan berikutnya". Buku ini bercerita tentang sosok Lalin, wanita umur 20an yang menderita autoimun. Lalin mengatakan ingin menjadi pohon semangka di kehidupan berikutnya. Lalin berkata "Pohon semangka itu tidak tinggi, ketika tanaman lain berusaha untuk semakin tinggi, mereka malah berada di tempat rendah, tidak menonjol, tidak terlihat dengan mudah. Tapi mereka tetap memberikan manfaat. Semangka berisi 90% air dan terasa manis. Padahal yang menanam tidak pernah menyiramnya dengan air gula." Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa kita tidak harus selalu menjadi juara, yang paling unggul atau terlihat. Dalam kesederhanaan pun sebenarnya kita bisa memberi manfaat untuk sesama layaknya semangka. Jadi sukses tidak selalu tentang meraih puncak,tapi menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam hal-hal kecil yang sederhana.
Ragi hari ini berawal dari aktivitas sederhana: berlari.
Kak Delva biasanya rutin meluangkan waktu untuk berlari setiap minggu, bahkan dengan jarak yang cukup jauh. Aktivitas ini sudah menjadi kebiasaan dan bagian dari rutinitas yang dijalani secara konsisten.
Namun, sekitar bulan November–Desember, Kak Delva sempat berhenti dari rutinitasnya. Saat mencoba memulai kembali, ternyata tidak semudah sebelumnya. Setelah berlari, kaki terasa pegal dan sakit, seolah tubuh memberi sinyal bahwa jeda yang cukup lama memang memengaruhi performanya.
Meski begitu, rasa pegal dan sakit itu tidak mengurangi semangat Kak Delva. Aktivitas ini tetap dijalani, karena yang penting bukan seberapa cepat memulai lagi, tapi keberanian untuk tidak berhenti.
Dari pengalaman ini, Kak Delva belajar bahwa konsistensi memang tidak mudah. Ada masa di mana kita lelah, melambat, atau bahkan harus memulai dari awal. Dan itu tidak apa-apa.
Pelan-pelan saja, yang penting terus berjalan. Suatu saat nanti, kita akan sampai di titik di mana kita bangga pada diri sendiri—bukan karena cepat, tapi karena tidak menyerah.
📰
Layaknya pinguin yang hidup di Kutub Utara dan Kutub Selatan, mereka dikelilingi lingkungan yang ekstrem dan dingin. Di daratan, pinguin sebenarnya bisa hidup relatif aman—jauh dari predator laut, bisa beristirahat, dan berkumpul bersama koloninya. Namun, zona aman itu tidak menyediakan apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Sumber kehidupan mereka ada di laut.
Maka mau tidak mau, pinguin harus melompat ke laut. Mereka harus menghadapi dinginnya air, predator yang mengintai, serta ketidakpastian yang tidak bisa mereka kendalikan. Laut bukan tempat yang nyaman, tapi di sanalah ikan berada. Di sanalah kehidupan bisa terus berlanjut.
Begitu juga dengan kehidupan kita. Terkadang, zona nyaman memang terasa aman, tenang, dan familiar. Namun tidak selalu di sanalah pertumbuhan terjadi. Ada kalanya kita harus berani keluar, menghadapi tantangan, ketidakpastian, dan rasa takut demi mencari “sumber kehidupan” kita, entah itu mimpi, tujuan, atau tanggung jawab.
Kita mungkin tidak tahu apa yang akan kita hadapi di luar sana, tapi seperti pinguin, keberanian untuk melompat adalah langkah awal untuk bertahan dan berkembang.
Maka jangan hanya berdoa tanpa usaha, dan jangan pula berusaha tanpa doa.
Jadi, quote dari saya hari ini yaitu:
“Doakan usahamu, dan usahakan do’amu.”
📰
Di sebuah desa kecil, ada seorang pemuda yang hidupnya berjalan dengan pola yang sama setiap hari. Pagi ia pergi bekerja, siang beristirahat, sore duduk di teras sambil menatap matahari terbenam. Tidak ada yang salah dengan hidupnya—semuanya aman, cukup, dan tenang.
Namun di balik ketenangan itu, hatinya sering bertanya: “Apakah hidupku hanya akan seperti ini selamanya?”
Ia sadar, rutinitas yang sama membuatnya nyaman, tetapi juga membuatnya tidak berkembangnya. Ia tidak pernah mencoba hal baru, tidak pernah mengambil risiko.
Akhirnya ia memutuskan merantau untuk mengembangkan dirinya. Di kota, ternyata kenyamanan itu hilang. Ia sempat ditolak kerja beberapa kali” namun pada akhirnya dia mendapatkan pekerjaan pertamanya di sebuah perusahaan. Di pekerjaan pertamanya, dia malu bertanya, dia memilih diam dan pura” paham… akibat dari ketidaktahuannya, dia melakukan suatu kesalahan yg cukup fatal yg membuat perusahaannya rugi dan dia dipecat. Dia merasa gagal, putus asa bahkan pengen balik lagi ke desa. Tapi sebelum memutuskan utk balik ke desa, dia sadar kalau dia balik hidupnya tidak akan berkembang. Oleh karena itu dia mencoba bangkit kembali, dia terus belajar dari kesalahan yg pernah dia lakukan… lalu dia Kembali ke Perusahaan tempat dia dipecat sebelumnya dan memohon untuk meminta kesempatan sekali lagi dan ternyata diterima…dia diberi suatu projek… dia cukup kebingungan dengan projek itu, tp dia berani mencoba, tidak takut bertanya, dia tidak menyerah dan terus belajar dan singkat cerita ternyata projeknya berhasil yg menguntungkan perusahaannya. Dia dipercaya oleh perushaan, kontraknya diperpanjang… dia terus belajar tanpa henti untuk meningkatkan kemampuan di bidangnya hingga pada suatu hari, kariernya meningkat…dan dia sukses di tempat ia bekerja… beberapa tahun setelahnya dia kembali ke desa lalu duduk di teras dengan hati yg berbeda. Dia tersenyum bukan karena hidupnya nyaman, melainkan dia tau kalau ia sudah bertumbuh…
Kita tidak boleh menyerah dalam keadaan apapun karena dengan menyera, kita tidak akan berubah.
Dari cerita ini kitab bisa belajar bahwa kenyamanan bukan tempat terbaik untuk bertumbuh. Balik ke tempat nyaman memang menghilangkan rasa sakit, tetapi juga bisa menghentikan pertumbuhan. zona nyaman memang itu tenang, tapi disitu mimpi kita tertidur.
Dari cerita ini juga kitab isa mengerti satu hal yaitu tidak ada pertumbuhan dalam zona nyaman dan tidak ada kenyamanan dalam zona pertumbuhan.
📰
Putri sedikit bercerita mengenai hobinya yang sempat hiatus dan mulai ia sukai lagi sejak tahun lalu, yaitu main duolingo (aplikasi belajar bahasa dengan pendekatan bermain). Di aplikasi itu ia memilih beberapa bahasa yg ingin dipelajari, dan yg paling sering ia mainkan yaitu bahasa inggris dan bahasa korea.
Setiap hari Putri main rata2 hanya sekitar 15 menit dan paling lama setengah jam saja. Dan sampai hari ini alhamdulillah ia berhasil mempertahankan runtutan belajar selama 318 hari.
Dari belajar sebentar selama hampir setahun itu, lama2 Putri terbiasa dan mulai bisa paham apa artinya, bagaimana cara pengucapannya, bahkan sampai bisa menulis hangeul. Meskipun, tentunya semua itu masih jauh dari kata sempurna.
Selain belajar bahasa, dari situ Ia juga belajar bahwa nggak semua progres itu harus besar. Kadang yang kita butuhkan cuma langkah kecil, tapi konsisten. Gapapa pelan, asal nggak berhenti.
Sebagai penutup, ada quotes dari sebuah lagu korea
시간이 아무리 걸려도 좋아
내 꿈을 이뤄낼 거야
Yg kira2 artinya : "Tidak peduli seberapa lama waktu yang dibutuhkan, impian itu akan terwujud"
Jadi, Tidak semua langkah harus besar, yang terpenting adalah terus melangkah. Karena selama kita terus berjalan, sekecil apa pun langkahnya, kita sedang menuju versi diri yang lebih baik ✨
📰
Dan berjuanglah, karena kenikmatan hidup ada pada perjuangan
"Dan berjuanglah, karena kenikmatan hidup ada pada perjuangan"
(Al Imam Asy Syafi'i rahimahullah)
📰
👟 Kisah Dua Sales Sepatu di Pasar Baru
Sebuah perusahaan sepatu besar mengirimkan dua orang sales terbaik mereka, sebut saja Ahmad dan Budi, ke sebuah lokasi atau pulau terpencil yang baru dibuka untuk pasar. Tugas mereka adalah menilai potensi pasar dan mulai menjual produk sepatu di sana.
1. Reaksi Sales Pertama (Ahmad)
Ahmad tiba, melihat sekeliling, dan langsung kembali ke kantor pusat. Ia mengirimkan pesan singkat yang bernada putus asa:
> "Tidak ada peluang sama sekali. Semua orang di sini tidak memakai sepatu. Saya akan kembali segera."
>
Ahmad melihat situasi berdasarkan standar dan kebiasaan lama, dan menyimpulkan bahwa tidak ada permintaan (demand) karena tidak ada kebiasaan membeli/memakai sepatu.
2. Reaksi Sales Kedua (Budi)
Budi tiba, melihat hal yang sama, tetapi ia sangat antusias. Ia segera mengirimkan pesan ke kantor pusat:
> "Ini adalah peluang yang luar biasa! Semua orang di sini belum memakai sepatu. Kirimkan stok sebanyak mungkin, potensi pasar kita adalah 100%! Kita akan menjadi yang pertama memperkenalkan alas kaki!"
>
Budi melihat situasi yang sama, tetapi menyimpulkan bahwa tidak adanya sepatu berarti potensi pasar yang belum disentuh dan masih sangat besar.
💡 Pelajaran yang Dapat Dipetik
Kisah ini memberikan pelajaran penting, tidak hanya dalam penjualan, tetapi juga dalam menghadapi tantangan hidup:
1. Perspektif Mengubah Realitas (Mindset)
* Pelajaran Utama: Apa yang bagi seseorang terlihat sebagai hambatan (Ahmad), bisa dilihat sebagai peluang emas (Budi) oleh orang lain. Keberhasilan dalam bisnis dan hidup sangat ditentukan oleh cara kita membingkai (framing) masalah atau situasi.
* Aplikasi: Jangan biarkan keadaan saat ini mendikte masa depan Anda. Lihatlah ketiadaan sebagai potensi, bukan sebagai akhir.
2. Berani Menciptakan Pasar (Inovasi)
* Pelajaran Utama: Jangan hanya mencari pasar yang sudah ada (existing market); beranilah menciptakan kebutuhan atau pasar yang baru (blue ocean).
* Aplikasi: Budi tidak menunggu orang-orang meminta sepatu; ia berencana untuk mengajari mereka nilai dan manfaat dari sepatu, dan dengan demikian, menciptakan demand dari nol.
3. Jauhi Mentalitas 'Stock-Out'
* Pelajaran Utama: Ahmad memiliki mentalitas 'stock-out' atau 'habis': jika barang tidak ada, berarti tidak ada penjualan. Budi memiliki mentalitas 'stock-in': jika barang belum ada, berarti ada kesempatan besar untuk mengisinya.
* Aplikasi: Dalam menghadapi kekurangan, fokuslah pada solusi dan pengadaan, bukan pada alasan mengapa hal itu tidak bisa dilakukan.
4. Peluang Tersembunyi (Hidden Opportunities)
* Pelajaran Utama: Peluang terbesar sering kali tersembunyi di tempat yang paling tidak logis atau di balik tantangan yang paling menakutkan.
* Aplikasi: Ketika semua orang melihat kesulitan (semua orang telanjang kaki), orang yang berpandangan jauh melihat potensi untuk menjadi pelopor.
Kisah ini mengajarkan bahwa dalam setiap kegagalan atau ketiadaan, selalu ada peluang besar yang menunggu untuk diidentifikasi dan dieksploitasi oleh orang dengan visi dan pola pikir yang positif.
Belajar dari Alam: Kekuatan Simbiosis Serigala dan Musang 🦝🐺
Kisah simbiosis mutualisme yang luar biasa antara Coyote (serigala padang rumput) dan Musang dalam berburu adalah pengingat akan kekuatan kerja sama.
Awalnya, sulit dipercaya bahwa dua spesies yang berbeda, bahkan bisa saling memangsa, justru memilih untuk bekerja sama. Namun, di alam liar, ada tiga kemungkinan: mereka berkelahi (dan musang bisa dimangsa), mereka saling mengabaikan, atau mereka bekerja sama memburu mangsa.
Ternyata, kolaborasi ini didasarkan pada keunggulan yang saling melengkapi:
- Coyote adalah pelari cepat di dataran.
- Musang adalah penggali ulung.
Dalam berburu, peran mereka jelas:
- Coyote bertugas mengejar mangsa yang berlari di permukaan.
- Jika mangsa bersembunyi di dalam lubang, Musang akan menggali lubang untuk menangkapnya.
- Jika mangsa kembali keluar, Coyote sudah siap menunggu.
> Hasilnya tingkat keberhasilan berburu mereka meningkat lebih dari 30% dibandingkan jika mereka berburu sendirian. Ini membuktikan kerja sama dapat menghasilkan hasil yang optimal.
Kisah Coyote dan Musang mengajarkan kita bahwa dalam hidup dan pekerjaan, kerja sama yang cerdas selalu mengungguli persaingan buta atau individualisme. Dengan mengenali kelebihan diri dan menghargai keunggulan orang lain, kita dapat mencapai hasil yang jauh lebih optimal.
📰
kisah inspiratif tentang dua pengemis buta dan seorang wanita kaya yang dermawan bernama Ummu Ja'far.
Berikut adalah ringkasan kisahnya dan pelajaran yang dapat dipetik:
🕌 Kisah Dua Pengemis Buta dan Ummu Ja'far
Dikisahkan bahwa Ummu Ja'far adalah seorang wanita kaya yang terkenal sangat pemurah. Dua pengemis buta yang sering menunggu di jalan yang dilewatinya mengetahui kedermawanannya.
* Pengemis Pertama: Pengemis ini selalu berdoa kepada Allah SWT agar Allah menggerakkan hati Ummu Ja'far untuk memberinya rezeki.
* Pengemis Kedua: Pengemis ini secara spesifik hanya mengharapkan rezeki dari Ummu Ja'far saja, bukan dari yang lain.
Ummu Ja'far mendengar perbedaan doa kedua pengemis ini. Ia kemudian memutuskan untuk menguji mereka:
* Kepada Pengemis Pertama (yang berharap kepada Allah): Ummu Ja'far menyuruh pelayannya setiap hari untuk memberikan 100 dinar dalam adonan roti dan ayam panggang kepada pengemis ini, tanpa memberitahunya.
* Kepada Pengemis Kedua (yang berharap kepada manusia): Ummu Ja'far menyuruh pelayannya setiap hari untuk memberikan adonan roti dan ayam panggang yang di dalamnya hanya diselipkan uang 2 dinar (atau sejumlah kecil yang tidak sebanding dengan dinar yang diberikan kepada pengemis pertama).
Setelah sepuluh hari, Ummu Ja'far mendatangi pengemis kedua.
* Ummu Ja'far: "Apakah kamu puas dengan pemberian kami (rezekimu)?"
* Pengemis Kedua: "Memangnya apa yang engkau berikan padaku? Setiap hari engkau memberiku adonan roti dan ayam bakar, lalu aku menjualnya kepada temanku (pengemis pertama) dengan harga 2 dinar."
Ummu Ja'far terkejut dan memanggil pengemis pertama.
* Ummu Ja'far: "Berapa rezeki yang kamu dapatkan selama sepuluh hari ini?"
* Pengemis Pertama: "Alhamdulillah, aku mendapat rezeki berlimpah dari Allah, sekitar 1000 dinar! (10 hari x 100 dinar)."
* Ummu Ja'far: "Begitulah, dia (pengemis pertama) mengharapkan kemurahan Allah. Sementara kamu hanya mengharapkan diriku."
💡 Pelajaran yang Dapat Dipetik
Kisah ini memberikan pelajaran mendalam, terutama tentang cara kita bersandar dan meminta rezeki:
* Ketergantungan Hanya kepada Allah:
* Pengemis pertama yang bersandar dan memohon rezeki hanya kepada Allah, mendapatkan rezeki yang jauh lebih besar (1000 dinar) dan tak terduga.
* Pelajaran: Menggantungkan harapan hanya kepada Pencipta rezeki (Allah SWT) akan mendatangkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka (rezeki tidak akan tertukar).
* Ketergantungan kepada Manusia Membatasi Rezeki:
* Pengemis kedua yang berharap kepada Ummu Ja'far (manusia), justru kehilangan rezeki yang disiapkan untuknya. Ia menjual rezeki 100 dinar itu hanya dengan harga 2 dinar.
* Pelajaran: Ketergantungan berlebihan pada manusia (atau sarana duniawi semata) dapat membatasi dan bahkan menghilangkan rezeki yang seharusnya menjadi bagian kita.
* Kemurahan dan Keajaiban Rezeki Allah:
* Ummu Ja'far sebagai manusia yang dermawan saja bisa memberikan 100 dinar, apalagi Allah, Sang Maha Pemberi Rezeki.
* Pelajaran: Mengadukan semua keluh kesah dan harapan kepada Allah pasti akan mendapatkan solusi dan anugerah dengan cara-Nya yang tak terduga.
📰
Membagikan kisah seorang raja dan koin emasnya. Suatu pagi, Raja memerintahkan agar sebuah batu besar diletakkan tepat di tengah jalan utama, dan ia sendiri bersembunyi untuk mengamati.
>Pertama, lewatlah seorang Pedagang. Ia melihat batu itu dan hanya melewatinya. Tugasnya hanya berdagang, bukan membersihkan jalan.<
>Tak lama, lewatlah seorang Pejabat Tinggi Kerajaan. Ia melihat batu itu, lalu berkata "Bukan tanggung jawabku sebagai pembesar untuk mengangkat batu ini. Biar saja pelayan yang melakukannya," pikirnya angkuh. Ia pun memerintahkan kusirnya untuk mencari jalan lain.<
>Akhirnya, lewatlah seorang Petani Tua dengan gerobak sederhananya. Ia berhenti. Ia melihat batu itu, lalu membayangkan betapa sulitnya orang lain—terutama yang lebih tua atau lemah—akan melewati rintangan ini. Walaupun ia sendiri lelah sepulang dari ladang, ia tak ingin meninggalkan masalah bagi orang lain. Dengan sekuat tenaga dan napas tersengal, ia berjuang mendorong dan menggulingkan batu itu ke tepi jalan, membersihkan jalur.<
Raja diam-diam mendekati gerobak petani itu dan meletakkan sebuah kantong kulit berisi penuh koin emas di atas tumpukan hasil panennya.
Dari kisah ini ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik:
1. Kepedulian sejati bukan hanya tentang bersimpati, tetapi tentang bertindak. Pedagang dan pejabat hanya melihat masalah, tetapi Petani melihat kesempatan untuk meringankan beban orang lain, meskipun itu bukan 'tugasnya'.
2. Setiap Rintangan Adalah Kesempatan: Batu besar di tengah jalan adalah masalah atau rintangan. Orang yang hanya mengeluh, marah, atau menghindar kehilangan kesempatan. Sedangkan orang yang berinisiatif memindahkan batu tersebut (menyelesaikan masalah) menemukan hadiah (koin emas) di baliknya. Ini mengajarkan bahwa kesulitan atau rintangan seringkali menyembunyikan peluang untuk mendapatkan imbalan atau perkembangan.
3. Kepedulian Terhadap Sesama: Tindakan memindahkan batu, meskipun berat, didorong oleh kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lain. Kebaikan hati dan kepedulian terhadap sesama pada akhirnya mendatangkan balasan positif.
📰
Semua berawal dari hobi unik masa kecil: Bimo suka sekali memukul barang apa saja yang bisa mengeluarkan bunyi. Melihat ini, sang ibu memberinya sebuah gendang beleq mini. Hobi itu pun berlanjut. Saat SMA, Bimo bergabung dengan ekstrakurikuler perkusi.
Tantangan datang saat ia kuliah di STIS. Bimo bergabung dengan ekstrakulikuler paduan suara dan orkestra. Masalahnya: ia satu-satunya yang tidak bisa membaca partitur (not balok)!
Ia sempat dimarahi oleh pelatih. Namun, Bimo tidak menyerah.
Ia punya cara sendiri. Dengan mengandalkan insting dan ingatan, Bimo berhasil mengikuti alur permainan dengan sempurna. Berkat usaha "di luar jalur" ini, ia tetap dipercaya untuk tampil di berbagai pertunjukan, khususnya pada acara wisuda.
Dari pengalamannya ini Bimo memberikan inspirasi bahwa:
Jatuh adalah bagian dari proses belajar, tapi bangkit lagi adalah pilihan. Seperti seorang pelukis yang terus mengasul kuasnya, kita juga bisa menciptakan keindahan dari kesalahan. Jangan takut gagal, karena setiap langkah membawa kita lebih dekat ke impian.
🌤️ [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤️
🐜 Tanpa kemampuan bekerja sama, kita hanya akan menjadi sekumpulan orang hebat yang saling menghambat, bukan tim hebat yang saling melesat. ✨
Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu hari ini, Kamis (22/1), mengajak kita belajar tentang kekuatan kolaborasi dari makhluk yang sering kita temui sehari-hari: semut.
Pernahkah kita membayangkan bagaimana semut mampu membangun sarang yang kompleks di dalam tanah? Mereka tidak memiliki pemimpin yang terus mengawasi, tidak memiliki teknologi canggih, bahkan ukuran tubuhnya sangat kecil. Namun, dengan kerja sama yang terorganisir, mereka mampu memindahkan beban berkali-kali lipat lebih berat dari tubuhnya dan membangun struktur yang luar biasa.
Pelajaran ini sejalan dengan berbagai kajian mengenai keterampilan abad ke-21. Dalam buku 21st Century Skills, salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki setiap individu adalah Collaboration (Kolaborasi), selain Critical Thinking, Creativity, dan Communication.
Mengapa kolaborasi menjadi begitu penting?
Karena dunia saat ini semakin kompleks. Tantangan yang kita hadapi tidak lagi dapat diselesaikan oleh satu orang yang paling pintar atau paling hebat. Sebaliknya, solusi terbaik lahir dari perpaduan berbagai sudut pandang, pengalaman, dan kemampuan yang berbeda.
Jika menilik sejarah manusia, kemampuan terbesar yang membuat manusia mampu berkembang dan mendominasi peradaban bukanlah kekuatan fisik ataupun kecerdasan individu semata. Kekuatan terbesar manusia adalah kemampuan untuk bekerja sama dalam jumlah besar dengan tujuan yang sama.
Pada masa berburu dan meramu, nenek moyang manusia mampu menjatuhkan mamut bukan karena memiliki tombak paling tajam, tetapi karena mereka mampu berkoordinasi dan bekerja sama dalam kelompok.
Begitu pula dalam kehidupan kerja kita saat ini. Banyak pencapaian besar yang tidak mungkin diraih sendirian. Salah satu contohnya adalah keberhasilan BPS Kabupaten Dompu dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Perjalanan tersebut tidak dimulai dari kondisi yang sempurna. Namun melalui kerja sama, komitmen bersama, dan keyakinan pada tujuan yang sama, pencapaian tersebut dapat diwujudkan.
Melalui Ragi hari ini, terdapat beberapa pelajaran yang dapat kita ambil.
✅ Kolaborasi adalah kekuatan utama dalam menghadapi tantangan yang kompleks.
Permasalahan besar membutuhkan kontribusi dari banyak pihak dengan berbagai perspektif dan kemampuan.
✅ Kepercayaan pada tujuan bersama akan menyatukan langkah.
Ketika setiap individu memiliki visi yang sama, tim akan bergerak lebih terarah dan efektif.
✅ Keberhasilan besar lahir dari kerja sama yang konsisten.
Bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi tentang bagaimana setiap orang dapat memberikan kontribusi terbaik untuk mencapai tujuan bersama.
Sebagaimana disampaikan dalam Ragi hari ini:
"Tanpa kemampuan bekerja sama, kita hanya akan menjadi sekumpulan orang hebat yang saling menghambat, bukan tim hebat yang saling melesat."
Semoga Ragi hari ini semakin menguatkan semangat kolaborasi, saling percaya, dan saling mendukung dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Karena pencapaian terbesar tidak lahir dari kekuatan individu, melainkan dari tim yang bergerak bersama menuju tujuan yang sama. ✨✨
Sampai jumpa di Ragi selanjutnya! 🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
Ragi hari ini terinspirasi dari sebuah game menyambung kata. Dalam permainan ini, tim harus menyambungkan kata dari awal hingga akhir, dan tim yang berhasil sampai akhir dengan benar dianggap menang. Dari kegiatan ini, Kak Tri menyampaikan sebuah pelajaran berharga: dalam hidup, kita tidak selalu bisa menentukan awal dan akhir dari setiap perjalanan kita. Banyak hal di luar kendali kita, dan tidak semua langkah pertama atau hasil akhir bisa kita atur. Namun, yang bisa kita tentukan adalah jalan di tengah-tengah perjalanan—cara kita bergerak, keputusan yang kita ambil, dan usaha yang kita lakukan. Seperti huruf-huruf yang menghubungkan kata awal dan kata akhir dalam permainan, setiap langkah yang kita ambil di tengah menentukan bagaimana cerita itu berjalan. Meski awal dan akhir mungkin tidak selalu bisa kita kendalikan, fokus pada tindakan dan pilihan kita di tengah perjalanan itulah yang menentukan hasil akhirnya. "Kita tidak bisa menentukan awal dan akhir, tapi kita bisa memilih bagaimana menjalani jalan di tengahnya."
🌤️ **[Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu]** 🌤️
🛤️ **Kita tidak bisa menentukan awal dan akhir, tetapi kita selalu bisa memilih bagaimana menjalani jalan di tengahnya.** ✨
Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu hari ini, **Rabu (21/1)**, mengajak kita mengambil pelajaran dari sebuah permainan sederhana, yaitu **game menyambung kata**.
Dalam permainan tersebut, setiap tim ditantang untuk menyambungkan kata dari titik awal hingga kata tujuan. Tim yang berhasil menemukan rangkaian kata yang tepat hingga akhir dinyatakan sebagai pemenang.
Di balik permainan yang sederhana ini, Kak Tri membagikan sebuah refleksi yang sangat relevan dengan kehidupan. Dalam hidup, kita tidak selalu memiliki kendali atas bagaimana sebuah perjalanan dimulai ataupun bagaimana akhirnya nanti. Ada banyak hal yang berada di luar kuasa kita.
Namun, satu hal yang selalu dapat kita kendalikan adalah **bagaimana kita menjalani proses di tengah perjalanan**. Setiap keputusan, usaha, sikap, dan tindakan yang kita ambil hari ini ibarat rangkaian huruf yang menghubungkan titik awal dengan tujuan akhir.
Melalui Ragi hari ini, terdapat beberapa pelajaran yang dapat kita renungkan bersama.
✅ **Fokus pada hal-hal yang dapat kita kendalikan.**
Tidak semua keadaan dapat kita ubah, tetapi kita selalu memiliki pilihan untuk menentukan sikap dan usaha terbaik dalam menghadapinya.
✅ **Hargai setiap proses yang dijalani.**
Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh titik awal atau akhir, tetapi juga oleh kualitas langkah-langkah kecil yang kita ambil setiap hari.
✅ **Jalani perjalanan dengan penuh tanggung jawab dan optimisme.**
Pilihan yang kita ambil hari ini akan menjadi penghubung menuju hasil yang ingin kita capai di masa depan.
Sebagaimana disampaikan dalam Ragi hari ini:
> **"Kita tidak bisa menentukan awal dan akhir, tapi kita bisa memilih bagaimana menjalani jalan di tengahnya."**
Semoga Ragi hari ini mengingatkan kita untuk tidak terlalu khawatir terhadap hal-hal yang berada di luar kendali, melainkan terus berfokus pada proses, memperbaiki setiap langkah, dan memberikan usaha terbaik dalam setiap perjalanan yang kita jalani. ✨✨
Sampai jumpa di Ragi selanjutnya! 🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
📰
🌤️ [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤️
🤝 Kekuatan terbesar bukan lahir dari satu orang yang hebat, tetapi dari tim yang mampu bekerja sama. ✨
Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu hari ini, Selasa (20/1), mengajak kita untuk memahami makna kolaborasi melalui tema "Super Team: Kekuatan Besar Lahir dari Kolaborasi."
Sering kali kita mengagumi sosok yang mampu bekerja dengan luar biasa. Namun, dalam kehidupan maupun dunia kerja, keberhasilan yang sesungguhnya hampir selalu lahir dari kerja sama banyak orang.
Hal ini dapat dianalogikan seperti Avengers yang hanya mampu mengalahkan Thanos ketika mereka bersatu, atau sebuah orkestra yang menghasilkan alunan musik yang indah karena setiap pemain memainkan perannya sesuai arahan konduktor. Bayangkan apabila setiap pemain memilih bermain sesuka hati, yang terdengar bukanlah harmoni, melainkan kebisingan.
Begitu pula dalam sebuah tim. Setiap individu memiliki kemampuan, pengalaman, dan karakter yang berbeda. Perbedaan tersebut bukan untuk dipertentangkan, melainkan dipadukan agar menjadi kekuatan yang saling melengkapi.
Seperti yang sering disampaikan oleh pimpinan kita, Pak Ahwan Hadi:
"Tidak ada namanya Superman, yang ada hanyalah Super Team."
Melalui Ragi hari ini, terdapat beberapa pelajaran yang dapat kita terapkan.
✅ Utamakan kolaborasi daripada bekerja sendiri.
Keberhasilan tim lahir ketika setiap individu bersedia berbagi peran, saling membantu, dan saling melengkapi.
✅ Hargai setiap kontribusi.
Tidak ada peran yang terlalu kecil. Setiap pekerjaan memiliki arti penting dalam mendukung tercapainya tujuan bersama.
✅ Bangun kepercayaan dan saling mendukung.
Super Team bukan sekadar kumpulan orang-orang hebat, tetapi kumpulan individu yang percaya satu sama lain, memiliki tujuan yang sama, dan saling menguatkan ketika menghadapi tantangan.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak ditentukan oleh seberapa hebat satu orang bekerja, melainkan oleh seberapa baik seluruh anggotanya mampu berkolaborasi. Ketika setiap individu bersedia berjalan bersama, kekuatan yang dihasilkan akan jauh lebih besar daripada bekerja sendiri-sendiri.
Semoga Ragi hari ini menginspirasi kita untuk terus memperkuat semangat kolaborasi, saling mendukung, dan bersama-sama menjadi Super Team yang membawa manfaat bagi BPS Kabupaten Dompu. ✨✨
Sampai jumpa di Ragi selanjutnya! 🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
📰
pengalaman berharga Kak Nanda setelah lulus kuliah. Kak Nanda bercerita, fase awal setelah kelulusan terasa berat dan penuh tantangan. Namun, di balik kesulitan itu, ia menemukan sebuah pelajaran besar: > Jika semua berjalan mulus dan sukses instan, bisa jadi ia akan menjadi pribadi yang sombong. Kegagalan justru menjadi sekolah terbaik untuk mengasah kerendahan hati. Ada satu quotes yang menemaninya melewati semua itu: > "Semua yang di dunia pasti berlalu, maka jangan berlebihan. Hanya satu yang boleh lebih: Rasa Syukur Kita! Mari kita jadikan semua proses, baik suka maupun duka, sebagai momen untuk meningkatkan rasa syukur.
🌤️ [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤️
🙏 Semua yang ada di dunia pasti akan berlalu. Maka, jangan berlebihan dalam menyikapinya. Satu hal yang selalu layak untuk dilebihkan adalah rasa syukur kita. ✨
Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu hari ini, Jumat (16/1), mengajak kita untuk memaknai setiap proses kehidupan dengan penuh rasa syukur, baik saat berada dalam kebahagiaan maupun ketika menghadapi tantangan.
Pada kesempatan kali ini, Kak Nanda membagikan pengalaman berharganya setelah lulus kuliah. Beliau bercerita bahwa fase awal setelah kelulusan bukanlah perjalanan yang mudah. Berbagai tantangan dan kesulitan sempat mewarnai langkahnya dalam memulai karier dan menghadapi dunia nyata.
Namun, seiring berjalannya waktu, beliau menyadari bahwa setiap kegagalan dan hambatan ternyata menyimpan pelajaran yang sangat berharga. Jika semua berjalan mulus dan kesuksesan datang secara instan, bisa jadi hal tersebut justru menumbuhkan rasa sombong dalam diri. Sebaliknya, kegagalan menjadi sekolah terbaik untuk melatih kesabaran, kerendahan hati, dan ketangguhan.
Ada satu kutipan yang terus menemani setiap proses tersebut:
"Semua yang di dunia pasti berlalu, maka jangan berlebihan. Hanya satu yang boleh lebih: rasa syukur kita."
Melalui Ragi hari ini, terdapat beberapa pelajaran yang dapat kita ambil.
✅ Jangan takut menghadapi kegagalan.
Setiap kegagalan adalah bagian dari proses belajar yang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih bijaksana.
✅ Tetap rendah hati dalam setiap pencapaian.
Kesuksesan bukanlah alasan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain, melainkan kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.
✅ Perbanyak rasa syukur dalam setiap keadaan.
Baik saat memperoleh keberhasilan maupun ketika menghadapi kesulitan, selalu ada hikmah yang patut disyukuri. Rasa syukur akan membuat hati lebih tenang dan langkah menjadi lebih bermakna.
Semoga Ragi hari ini mengingatkan kita bahwa setiap proses memiliki tujuan yang baik. Mari kita jalani setiap perjalanan dengan penuh kesabaran, kerendahan hati, dan rasa syukur, karena pada akhirnya semua yang ada di dunia akan berlalu, tetapi pelajaran yang kita peroleh akan tetap menjadi bekal berharga. ✨✨
Sampai jumpa di Ragi selanjutnya! 🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
📰
menceritakan salah satu pengalaman saat penyusunan skripsi. Pada awalnya Kak Agung sempat berpikir untuk menunda kelulusan karena dosen pembimbing mempersulit skripsinya. Namun, niat ini tidak jadi dilakukan karena pesan orang tuanya yang mengatakan "bisa jadi tahun depan juga sama saja, dipersulit juga". oleh karena itu kak Agung bertekad untuk menyelesaikan skripsinya, dan tak disangka dosen pembimbing yang awalnya mempersulit justru berbalik memudahkan. Pengalaman ini mereflesikan QS. Al Insyirah:5-6 yang artinya: "Maka, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
🌤️ [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤️
🌈 Di balik setiap kesulitan, Allah telah menyiapkan kemudahan. Yang kita perlukan hanyalah keyakinan untuk terus melangkah. ✨
Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu hari ini, Kamis (15/1), mengajak kita untuk tetap optimis dalam menghadapi setiap tantangan melalui tema "Bersama Kesulitan Ada Kemudahan."
Pada kesempatan kali ini, Kak Agung membagikan pengalaman pribadinya saat menyusun skripsi. Di tengah proses tersebut, beliau sempat merasa putus asa karena dosen pembimbing dinilai terlalu mempersulit proses penyelesaian skripsinya. Bahkan, sempat muncul keinginan untuk menunda kelulusan dan mencoba kembali di tahun berikutnya.
Namun, niat tersebut diurungkan setelah mendapat nasihat sederhana namun penuh makna dari orang tuanya, "Bisa jadi tahun depan juga sama saja, dipersulit juga." Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa menunda bukanlah solusi. Akhirnya, beliau memutuskan untuk tetap bertahan dan menyelesaikan skripsinya dengan penuh kesabaran dan usaha.
Tak disangka, seiring berjalannya waktu, dosen pembimbing yang sebelumnya terasa mempersulit justru menjadi lebih kooperatif hingga proses penyusunan skripsi dapat diselesaikan dengan baik.
Pengalaman tersebut menjadi refleksi nyata dari firman Allah SWT dalam QS. Al-Insyirah ayat 5–6:
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
Melalui Ragi hari ini, terdapat beberapa pelajaran yang dapat kita ambil.
✅ Jangan terburu-buru menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Apa yang terasa berat hari ini belum tentu akan tetap sulit di kemudian hari.
✅ Teruslah berusaha dan bersabar.
Sering kali kemudahan datang setelah kita memilih untuk bertahan, bukan ketika kita memilih menyerah.
✅ Percayalah bahwa setiap ujian memiliki hikmah.
Kesulitan yang kita hadapi dapat menjadi proses yang membentuk pribadi menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih siap menghadapi tantangan berikutnya.
Semoga Ragi hari ini menjadi pengingat bagi kita bahwa setiap tantangan pasti memiliki jalan keluar. Selama kita terus berikhtiar, bersabar, dan bertawakal, Allah akan menghadirkan kemudahan pada waktu yang paling tepat. ✨✨
Sampai jumpa di Ragi selanjutnya! 🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
"Kenapa ukuran kaca spion lebih kecil dibandingkan dengan kaca depan mobil?" 💡Pertanyaan sederhana ini menyimpan makna yang mendalam. Secara fungsi, kaca spion dirancang untuk melihat kondisi dan jalan yang telah kita lalui—masa lalu kita. Sebaliknya, kaca depan memiliki ukuran jauh lebih besar karena fokus utamanya adalah melihat jalan yang akan kita tempuh di depan—masa depan kita. Perbedaan ukuran ini memberikan pelajaran penting: Melihat ke belakang (masa lalu) itu perlu, namun jangan pernah menjadikannya fokus utama. * Gunakanlah 'masa lalu' sebagai cermin kecil: sekadar untuk mengambil pelajaran dan memastikan kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. * Fokus utama kita harus selalu pada 'kaca depan': pandangan luas dan terbaik untuk tujuan dan masa depan yang ingin kita raih.
🌤️ [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤️
🚗 Mengambil pelajaran dari masa lalu itu penting, tetapi melangkah menuju masa depan jauh lebih penting. ✨
Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu hari ini, Rabu (14/1), mengajak kita merenungkan sebuah pertanyaan sederhana:
"Mengapa ukuran kaca spion lebih kecil dibandingkan dengan kaca depan mobil?"
Jawabannya tentu berkaitan dengan fungsinya. Kaca spion digunakan untuk melihat kondisi di belakang atau jalan yang telah kita lewati, sedangkan kaca depan dibuat jauh lebih besar agar kita dapat melihat dengan jelas arah dan jalan yang akan ditempuh.
Analogi sederhana ini mengajarkan bahwa dalam kehidupan, melihat ke belakang memang diperlukan, tetapi jangan sampai menjadi fokus utama. Masa lalu adalah tempat kita belajar, bukan tempat kita menetap.
Melalui Ragi hari ini, terdapat beberapa refleksi yang dapat kita renungkan bersama.
✅ Jadikan masa lalu sebagai pelajaran, bukan penyesalan.
Pengalaman, keberhasilan, maupun kegagalan adalah bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ambillah hikmah dari setiap peristiwa tanpa terus-menerus terjebak di dalamnya.
✅ Fokus pada tujuan yang ingin dicapai.
Seperti halnya pengemudi yang lebih banyak melihat ke depan daripada ke spion, kita pun perlu mengarahkan perhatian pada target, harapan, dan langkah-langkah yang akan membawa kita menuju masa depan yang lebih baik.
✅ Terus melangkah dengan optimisme.
Kesalahan di masa lalu tidak menentukan masa depan kita. Selama kita mau belajar, memperbaiki diri, dan terus bergerak maju, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin.
Pada akhirnya, hidup akan terus berjalan ke depan. Jadikan masa lalu sebagai cermin kecil yang memberi pelajaran, dan arahkan pandangan kita pada masa depan yang penuh peluang untuk terus bertumbuh dan berkarya.
Semoga Ragi hari ini menjadi pengingat bagi kita untuk tidak terjebak pada masa lalu, melainkan terus melangkah dengan semangat, penuh harapan, dan optimisme. ✨✨
Sampai jumpa di Ragi selanjutnya! 🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
📰
Memberikan inspirasi tentang pentingnya membangun kerja sama di tengah keberagaman dengan tema "Kita memang tidak sama, tapi kita selalu bisa bekerja sama." Dari materi tersebut, diperoleh beberapa pelajaran berikut: ✅ Menghormati perbedaan sebagai anugerah dan menjadikannya kekuatan untuk saling mengenal serta bekerja sama, sebagaimana makna yang terkandung dalam QS. Al-Hujurat ayat 13. ✅ Membangun komunikasi yang baik dengan memperhatikan nada bicara, intonasi, dan pilihan kata yang santun agar tercipta hubungan kerja yang harmonis. ✅ Terus memperbaiki diri dan memberikan yang terbaik dengan meninggalkan kebiasaan buruk, sebagaimana batu akik yang menjadi berharga setelah dipoles dan dibersihkan dari bagian-bagian yang kurang baik.
🌤️ [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤️
🤝 Kita memang tidak sama, tapi kita selalu bisa bekerja sama. ✨
Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu hari ini, Selasa (13/1), mengajak kita untuk merefleksikan pentingnya menghargai perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun kerja sama yang harmonis di lingkungan kerja.
Perbedaan latar belakang, karakter, cara berpikir, hingga pengalaman merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun, justru keberagaman tersebut menjadi kesempatan bagi kita untuk saling melengkapi dan mencapai tujuan bersama.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal..."
Melalui Ragi hari ini, terdapat beberapa inspirasi yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan kerja.
✅ Menghormati setiap perbedaan.
Setiap individu memiliki keunikan dan cara pandang yang berbeda. Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk saling mengenal, memahami, dan membangun kolaborasi yang lebih baik.
✅ Membangun komunikasi yang positif.
Komunikasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh nada bicara, intonasi, serta pilihan kata yang santun. Dengan komunikasi yang baik, kesalahpahaman dapat diminimalkan dan hubungan antar rekan kerja menjadi lebih harmonis.
✅ Terus memperbaiki diri dan memberikan yang terbaik.
Seperti batu akik yang menjadi bernilai setelah dipoles dan dibersihkan dari bagian-bagian yang kurang baik, setiap dari kita juga memiliki kesempatan untuk terus berkembang. Dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik dan senantiasa memperbaiki diri, kita dapat menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah tim bukan ditentukan oleh kesamaan anggotanya, melainkan oleh kemampuan setiap individu untuk saling menghargai, berkomunikasi dengan baik, dan memberikan kontribusi terbaik sesuai perannya.
Semoga Ragi hari ini menginspirasi kita untuk terus membangun kerja sama yang harmonis, memperbaiki diri, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam mencapai tujuan bersama. ✨✨
Sampai jumpa di Ragi selanjutnya! 🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
📰
mengutip quotes Do what you love, and love what you do. Agar tidak bosan karena melakukan pekerjaan yang terkesan monoton, kita bisa melakukan beberapa langkah berikut: Menemukan kepuasan dalam hal kecil Merasa puas saat bisa menyelesaikan pekerjaan, dsb Mencari tujuan dan makna Bekerja dengan tujuan untuk keluarga di rumah dan maknai setiap pekerjaan karena semua dapat berkontribusi untuk kemajuan instansi (dari hal kecil contohnya rutin mengikuti apel pagi) Mengurangi rasa stress dengan mencintai apa yang kita lakukan
🌤️ [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤️
💙 Kita tidak selalu bisa melakukan apa yang kita cintai, tetapi kita selalu punya cara untuk mencintai apa yang kita lakukan. ✨
Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu hari ini, Senin (12/1), mengajak kita untuk memaknai kembali pekerjaan yang kita jalani setiap hari melalui sebuah kutipan inspiratif:
"Do what you love, and love what you do."
Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk selalu mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan passion atau impiannya. Namun, bukan berarti kita tidak bisa menikmati dan memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan.
Melalui Ragi hari ini, dibagikan beberapa cara sederhana agar kita tetap bersemangat dan tidak mudah merasa bosan meskipun menghadapi pekerjaan yang terkesan rutin atau monoton.
✅ Menemukan kepuasan dalam hal-hal kecil.
Rasa puas tidak selalu berasal dari pencapaian besar. Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, membantu rekan kerja, atau menyelesaikan tugas dengan baik merupakan keberhasilan kecil yang patut diapresiasi.
✅ Mencari tujuan dan makna dalam setiap pekerjaan.
Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang memberikan manfaat. Setiap pekerjaan yang kita lakukan, sekecil apa pun, berkontribusi bagi kemajuan instansi. Bahkan kebiasaan sederhana seperti mengikuti apel pagi dengan disiplin merupakan bagian dari membangun budaya kerja yang positif. Di balik itu semua, ada keluarga yang menjadi motivasi dan alasan kita untuk terus memberikan yang terbaik.
✅ Mengurangi stres dengan mencintai apa yang kita lakukan.
Ketika kita mulai menerima dan menghargai pekerjaan yang kita miliki, beban akan terasa lebih ringan. Sikap positif membantu kita menjalani aktivitas dengan lebih tenang, lebih produktif, dan lebih menikmati setiap prosesnya.
Pada akhirnya, semangat dalam bekerja tidak selalu datang dari pekerjaan yang sempurna, melainkan dari cara kita memandang dan memaknainya. Ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, pekerjaan bukan lagi sekadar rutinitas, tetapi menjadi kesempatan untuk terus bertumbuh, berkarya, dan memberi manfaat.
Semoga Ragi hari ini menjadi penyemangat untuk mengawali pekan dengan hati yang positif, penuh semangat, dan siap memberikan kontribusi terbaik. ✨✨
Sampai jumpa di Ragi selanjutnya! 🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
📰
memberikan pelajaran dari filsuf stoikisme yang sering dibaca serta dampak dari kebiasaan baru yaitu memulai pagi dengan berdoa. Dari hal-hal tersebut kemudian diperoleh pelajaran berikut: ✅ lebih banyak bersyukur, dari hal kecil seperti nafas yang masih diberikan oleh yang maha kuasa
🌤️ [Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu] 🌤️
💭 Rasa syukur adalah kunci untuk menjalani hidup dengan lebih tenang, sementara doa menjadi awal dari setiap langkah yang penuh harapan. ✨
Inspirasi Pagi (Ragi) BPS Dompu hari ini, Jumat (9/1), menghadirkan refleksi mengenai pentingnya memulai hari dengan berdoa serta membiasakan diri untuk selalu bersyukur atas setiap nikmat yang telah diberikan.
Dalam kesempatan tersebut, dibagikan pelajaran dari filsafat Stoikisme yang menekankan pentingnya berfokus pada hal-hal yang berada dalam kendali kita dan menerima setiap keadaan dengan bijaksana. Nilai tersebut kemudian dipadukan dengan kebiasaan sederhana yang mulai diterapkan, yaitu mengawali pagi dengan berdoa sebelum memulai aktivitas.
Dari kebiasaan tersebut, muncul sebuah kesadaran bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari pencapaian besar. Sebaliknya, ketenangan justru hadir ketika kita mampu mensyukuri hal-hal kecil yang sering kali luput dari perhatian, seperti kesehatan, kesempatan untuk berkarya, keluarga yang mendukung, hingga napas yang masih diberikan oleh Yang Maha Kuasa.
Melalui refleksi ini, kita diingatkan bahwa rasa syukur bukan sekadar ucapan, melainkan cara pandang dalam menjalani kehidupan. Dengan hati yang penuh syukur dan diawali dengan doa, setiap aktivitas dapat dijalani dengan lebih tenang, lebih ikhlas, dan lebih bermakna.
Semoga Ragi hari ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus membiasakan diri melihat nikmat di balik setiap keadaan dan memulai hari dengan hati yang penuh syukur. ✨✨
Sampai jumpa di Ragi selanjutnya! 🙌
#RagiBPSDompu
#ReformasiBirokrasi
membahas mengenai buku le petit prince . Dari buku ini ada beberapa hal yang menarik dapat kita pelajari:
✅ Jangan lari dari masalah kecil
Tidak boleh membiarkan masalah kecil untuk tumbuh, jika ada permasalahan harus dihadapi dan dicari solusinya segera agar tidak menjadi besar dan sulit ditangani.
Layaknya pohon baobab yang berbahaya, jika tidak dicabut saat masih tunas. Ia akan tumbuh dan menghancurkan planet.
✅ Hindari Siklus yang buruk/Lari dari realita yang terjadi
Kenali dan putuskan siklus negatif dalam hidup. Jika kita merasa terjebak dalam kebiasaan yang merugikan, introspeksi diri dan cari akar masalahnya, alih-alih terus menerus mengulangi kesalahan yang sama.
✅ Bagaimana penggambaran le petit prince seorang anak kecil polos yang menjelajahi berbagai planet
Seiring bertambahnya usia, kita cenderung kehilangan banyak hal. Kita jadi lebih takut untuk bertanya, lebih ragu untuk mencoba. Kita lebih sering memilih jalan yang aman dan sudah pasti.
Pangeran Cilik mengajarkan kita sebaliknya. Ia datang dari sebuah planet kecil yang hanya sebesar rumahnya, penuh dengan gunung berapi dan bunga mawar. Ia bertanya tentang segala hal, tanpa malu atau ragu. Rasa ingin tahunya itu yang membuatnya berani menjelajah dan akhirnya ke bumi dan bertemu dengan pilot. Perjalanan ini adalah metafora untuk mencoba hal baru dalam hidup kita.
Kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan untuk menemukan hal baru tentang diri kita dan dunia.
menceritakan kisah Lukman dan putranya yang mengendarai keledai. Dari kisah ini dapat kita ambil beberapa pelajaran berikut:
✅ Tidak Mungkin Memuaskan Semua Orang: Apa pun pilihan yang kita ambil dalam hidup, mustahil untuk menyenangkan semua orang. Akan selalu ada orang yang tidak setuju, mengkritik, atau bahkan mencemooh.
✅ Pentingnya Pendirian Diri: Daripada terus-rusan mencoba memenuhi ekspektasi orang lain yang selalu berubah, lebih baik memiliki pendirian dan keyakinan sendiri. Dengarkan nasihat yang baik, tetapi jangan biarkan kritik negatif yang tidak membangun mengendalikan hidup Anda.